KEMANA AKU HARUS LARI

Aku, nyatanya adalah pecundang masa lalu yg sulit menatap masa depan
Aku, nyatanya dalah serpihan sampah, yang tersisa dan membusuk
Aku, nyatanya adalah benalu bernyawa yang meradang karena banyak hal
Aku, juga nyatanya terus lari dari kenyataan yang setiap hari mengetuk pintuku dan berkata ayo bangun

Tuhan Tolong nyatakan aku dalam kuat, jangan jatuhkan aku dalam lembah kelam tak berujung yang bernama cinta
Tuhan tolong nyatakan aku dalam bijak, agar aku tak menyikan hidupku dalam hal yang kelam, dan nyata tak ada gunanya
Tuhan, tolong aku
Aku hanya hambaMU, yg tak patuh dalam tindakan, dan iman, jauh kan aku dari bahaya dan sia-sia, karena aku lelah dan menangis

Malam ini aku baru saja hancur, dapatkan aku berkatMU dan dan bangkitkan aku dalam bahagiaMU, seperti para penjahat yang insyaf setelah di salib bersamaMU

Aku tak tau akan lari kemana, aku hanya percaya kepadaMU, sahabat, teman, Bapa, serta Tuhan ku

Dalam namaMU aku berdoa, amin

Sedo, 17-7-14, jam 22.42

KITA DAN KADERISASI 2

Akhirnya disempatkan juga nulis lagi, berhubung gabut dan suwung sambilnunggu final piala dunia, ayo kita bahas tema yang selalu panas tiap tahunnya “KADERISASI“. Dimana tahun ini akhirnya saya melewatinya dengan peran sebagai pengkader adik-adik saya di jurusan saya.

 

Cerita di mulai sejak awal semester 5 ( september 2013) atau bahkan sebelumnya, sadar akan peran angkatan aktif (organisasi) yang paling tua di kampus, juga tradisi yang melekat di kampus juga, akhirnya terpikir juga, gimana caranya kita mendidik adik kita, sehingga mereka siap masuk dunia kampus dan menjadi mahasiswa.

 

Nyatanya hasil pemikiran akhirnya mental, dan kita jalan sendiri-sendiri, dan akhirnya saya hampir masa bodo dengan proses kaderisasi, toh saya gak ngerasa rugi kalau memang adik-adik yang masuk tidak bisa menyesuaikan diri.

 

tapi akhirnya cerita mengarah ke arah lain, akhirnya saya terlibat dengan mengikuti konsep yang dipersiapkan. Agak aneh tapi ada banyak kejanggalan, terutama konten. Dalam masa-masa sekarang kita harus sadar, bahwa mahasiswa baru bukan objek, tapi subjek yang menjadi penerus kita susatu saat nanti, entah itu di kampus atau pun nanti senbagai wakil institusi dari almamater kita. Tapi sayangnya saya masi merasa teman-teman, kakak-kakak, serta adik-adik saya masih berfikiran kuno, alias konvensional, yang berfikir bahwa mereka adalah objek yang menjadi perhatian selama masa pengkaderan.

 

Jujur saya juga tidak terlalu paham bagaimana proses pembentukan karakter seharusnya dijalankan. Tapi Tentu saya juga sangat menolak pendidikan karakter yang dicanangkan oleh Universitas (lihat catatan Kita Dan Kaderisasi 1). Menurut saya, kaderisasi harus didasarkan atas tujuan utamanya dahulu, Mau kemana “subjek” akan dibawa, hanya sekedar formalitas, atau ke arah yang sudah-sudah yaitu untuk menujukan who is The Boss.

 

Kemari hari keika saya dan teman-teman 2011 dimintai tolong, kita sepakat bahwa arahan kta adalah bukan untukmem-bully tapi mendidik, dan memisahkan diri antara kami sebagai angkatan, dan sebagai pengkader. Kami semua sadar, jika kami memakai nama angkatan untuk mengkader, rasanya cita-cita kami yang selama ini ingin freedom dan nertal, akhirnya bakalternodai.

 

Tapi dengan segala kekecewaan yang saya rasakan, rasaya saya gagal total sebagai pengkader angkatan 2013 Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro. Keresahan yang timbul karena pergolakan yang terjadi ketika paham kami, dengan pengkader, serta waktu yang diberikan hanya sekitar 1 bulan, menjadi berat dan menghasilkan kader yang lebih buruk saya rasa untuk menjadimahasiswa yang utuh.

 

Saya sebagai pengader sebenarnya tidak ingin merasa bersalah, namun memang kedaaan pada saat itu yang mendadak, dan tidak diberi waktu yang cukup, membuat hasil yang diinginkan tidak tercapai. Sebagi contoh adalah semakin apatisnya mahasiswa, padahal kami saja yang lumayan jelek, ternyata sekarang malah makin buruk. Kemampuanuntuk menyelesaikan tugas, terutama tugas besar semakin menurun. Anehnya akademik malah ikut molor, dan memanjakan mereka.

 

mungkin sekedar itu saja, nanti kapan2 diteruskan

Puisi Hari Ini dan Kemarin

sudah banyak kita keluhkan
sudah banyak yang kita syukuri
jutaan bintang pernah terlintas dihadapan kita, bersama cahaya remang kota itu
dimana mereka menyatu dan menghilang di suatu pagi yg menyegarkan

aku tak pernah paham akan kinerja alam semesta
aku juga tak kunjung paham dengan maksud-maksud Tuhan,yg pada akhirnya diakhiri dengan mengeluh dan mencaci
aku rindu dalam satu malam, ketika obrolan-obrolan menjadi bias, dan aku menatap wajahmu tanpa dapat berucap.

nyatanya aku tetaplah aku yang bebal akan Dia, setelah buku bacaan yg aku baca bersama amsal-amsal Salomon
aku kadang tidak mengerti dan mengontrol apa yang ada dikepalaku
nyatanya hari ini dan kemarin sama saja dan aku tak pernah mengubah apa-apa ataupun bermamfaat buat siapa-siapa

aku rindu hilang dan tersesat, dimana hanya lingkaran yg ada menikmati matahari itu yg hangat dan mesra, bersama kopi hangat dan senyuman kita yg terlepas dan terhempas

kamu adalah keinginan yg diinginkan dan dan tak ada