Renungan (2015)

Selayaknya kita mengucap syukur akhirnya 2014  terlewati dengan keadaan yg baik. Walau mungkin sebagian dari kita tidak mengalami kebahagiaan di tahun kemarin, seengganya kita masih dikasih kesempatan berkarya pada tahun 2015. Banyak catatan2 penting aku terohkan dalam blog ini, tentu engga semuanya, namun cukuplah bagi orang yg membacanya jadi paham apa yg ada di pikiran ini. Skali lagi aku tegasin bahwa emang fungsi blog ini buat jadi catatan agar setiap dari kita paham kalo segala sesuatu yg berlalu itu layak di tulis dan kita boleh mencetuskan segala ide, walau engga semua orang bisa nerima idemu.

Tahun ini bisa di bilang berkah bagi keluargaku. Kakak pertama akhirnya menikah dengan umur 30 tahun, dan itu angka yg ideal. Ya walau ada sedikit yg bisa kita tertawa karna, nikahnya sama temen smpku (malah pas kemaren perkenalan aku ama calon ketawa2 doang). Intinya dengan pernikahan abangku ini patut disyukuri lah, apalagi beberapa bulan kemudian disusul kabar baik kalau mereka bakal punya momongan. Cici Dina juga hamil, ya syukurlah, keluarga kami lengkap.

Kabar kurang baik datang dari orang tua. Pertengahan november papah katanya drop, sakit lagi. Disusul lagi sakit maag gara2 ngopi + nangka yg berakibat lambung kontraksi. Namun perlu disyukuri, hari ini beliau sudah sehat juga

Setelah keluarga, tentu tentang diri sendiri perlu disyukuri. Memang jalan yg ditempuh banyak duri yg menusuk. Namun berkat jalan yg dipilih aku merasa lebih nyaman. Beberapa saat memang kita kadang bertanya, kenapa hal2 yg harus kita putuskan berujung dengan kesedihan. Namun perlahan tapi pasti jika kitamampu menganalisis, jalan ini memang sudah ditentukan. Dalam masalahku ini, Tuhan memberikan pengalaman yg indah dan menantang, sehingga ilmu hidup yg aku pahami bertambah.

Tema tahun ini adalah hikmat. Dalam pemahaman umum hikmat berarti mengikuti jalan Yang Maha Kuasa. Maksudnya, sebisa mungkin kita lurus dan berpegang pada prinsip kebenaran Tuhan. Ya perubahan besar banyak terjadi, mudah2an aku bisa konsisten menjalani ini semua.

Intinya syukuri aja apa yg kita punya hari ini, mau itu kesenangan, kesedihan, harta, benda, hutang. Jn]angan buat diri lu terpuruk. Cinta buat kita lemah, namun cinta yg benar mendewasakan kita. Kamu, terrimakasih dan selamat berbahagia. Aku akan berhenti berfikir tetang kamu, dan kamupun begitu. Masing2 kita sekarang hanya bisa saling mendoakan. Aku ga bakal nyebut kamu dengan spesial lagi, karena kebaikan.SUWUN

Edo

2 januari 2015 (pukul 12.47)

Iklan

Monggo Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s