SARA

 

Jujur ketika nonton vidio ini saya agak kaget, dan terbengong, bagaimana sesuatu terjadi (prosesnya). Sebagai orang yg menyukai sosok Ahok ketika beliau menjabat di DKI, saya jadi aga ragu, apakah gerakan masif yg ada hari ini yg mendukung Ahok, adalah murni tergeraknya hati manusia, atau gerakan bawah tanah. Dalam video ada sisi yg dijelaskan bahwa Ahok sosok yg seperti jongos (pembantu) di depan para pengusaha papan atas disana, dan jadi pertanyaan besar, apakah memang dia “disetir” atau mmemang sosok yg baik.

Yang agak disesalkan juga, video ini adalah sebuah kebaktian di gereja. Pada umumnya kita banyak yg menyerang kaum islam (terutama ustad) yg menyampaikan ceramah, dimana menyisipkan politik dalam materi ceramahnya, namun saya juga jadi Ilfell ngeliat isi gereja kayak gini. Memang ini adalah salah satu contoh saja dari jenis gereja (untuk info saja gereja di video adalah kemungkinan karismatik), dan masih banyak gereja yg murni tanpa memainkan politik di dalamnya.

Semoga pak pendeta sadar akan kesalahannya

Edo Susanto

27-3-2016 (pukul 9.37)

3/4

Kemarin, tanggal 7 ( 2 hari sebelum gerhana matahari / GMT ), tiba2 terbesit ide gila, nonton GMT di gunung, hahah. Setengah nekat saya rasa, dan dengan segala pertimbangan saya mengajak teman KKN saya, alhasil cuman Dinda doang (emang males sama yg laen, banyak wacana, no action), sempet ngajak Adhi, sama Taufik (temen angkatan), tapi mereka berdua nolak, alhasil perjalanan cuman kita ber-2. Dengan pertimbangan jarak dan pengalaman sebelum2nya (baik itu potensi kabut maupun resiko kecelakaan perjalanan) akhirnya dipilih gunung Ungaran.

 

Sayang karna ga ada kamera, saya cuman bisa cerita aja, tanpa dokumentasi detail yg menggambarkan Gunung Ungaran, maupun GMT 3/4 yg terlihat di sana. Jadi inilah Rundown, dan estimasi, serta budget yg dibutuhkan untuk mendaki ke Gunung Ungaran

16.30-19.30 (banyumanik)

karna emang dah jam makan malam, kita makan di Banyumanik, sekalian ngelengkapin kebutuhan dll. Juga nitip kunci kamar ke anak Goa, biar klo kenapa2 bisa bertindak.

19.30-21.00 (Mawar)

Perjalanan lancar bebas hambata karna make motor Dinda (klo pake motor saya ga bakal kuat nanjak), dan registrasi disana. Setelah sedikit pemanasan, perjalanan kami dimulai

21.00-23.00 (pos 1-Pos 2 – Reservoir – Kebun Teh )

Perjalanan relatif aman, ngegosipin cah KKN, sempet gabung dengan kelompok (yg ngakunya anak USM) karna dirasa agak lambat, dan kurang welcome, kemudian kita pamit duluan ketika mereka istirahat di pos 2. Sesampainya di Reseroir istirahat sejenak untuk mengabil dan mencoba air dari mata air langsung (dan si Dinda takjub, katanya seger), dan melanjutkan perjalanan sampai Kebun Teh.

23.00-01.30 (Pos 3 – Puncak)

Perjalanan melelahkan dan bertemu dengan 8 orang yg ngakunya montir di Yamaha dekat Paragon. Akhirnya sampai puncak, langsung buka tenda dan masak air buat bikin kopi, dan kemudian baru istirahat jam set 3 pagi.

05.00 (bangun)

Seperti biasa, saya nyeduh kopi, dan Dinda dengan teh-nya. Saya suruh dia keluar untuk liat sunrise gunung pertamanya, dan cuaca relatif cerah. Kemudian saya melanjutkan memasak sup cream instan, dan menjadikannya sarapan pembuka.

06.20 (GMT sebagian dimulai)

Pertama2 saya akan menjelaskan dulu tentang ke-begoan saya tentang ekspetasi saya melihat GMT sebagian terjadi. Saya kira ketika matahari tertutu 1/3 atau setengah, sinar matahari yg akan menuju bumi akan signifikan berkurang, kenyataannya engga. Saya mulai sadar ketika jam sekian kok engga gelap yah (ini serius goblok, hahhaha) dan bertanya sama temen saya, kok gak gelap. Dia pun eungeuh (red sadar) dan baru inget ttg kacamata (untuk info kita beli kacamata harga 15.000. Trus setelah memakainya, dia bilang bahwa matahari mulai tertutup. Setelah coba ternyata iya terlihat.

Saya sendir kemudian memantaunya per-10 menit untuk melihat perkembangannya dan konon jam 8.20 menjadi puncaknya (dan memang bener). Saya fokus masak sarapan (spagheti), dan tetangga saya yg montir Yamaha sibuk selfie. Saya sungguh kagum (walau kecewa dikit) melihat GMT dengan wujud 3/4 lebih (sepemantauan saya) dan kecewa dikit gara2 engga jadi gelap (hahah). Selesai sarapan bareng kita beres2 dan jam 08.30 sudah siap untuk turun.

08.30-10.30 ( Reservoir)

Penalaman memang agak menentukan. Dengan membuat jelly sebagai cadangan cemilan, dan air yg kita hemat akhirnya selamat sampai reseroir. Sempat terjadi insidin si anak Yamaha ada yg cidera dan kelelahan, namun bisa teratasi dan sampai Reservoir dengan selamat.

Di reservoir sangat menyenangkan, selain mendapatkan air minum yg segar, disana ada kolam yg dimamfaatkan pendaki untuk renang. Saya sempatkan merendam kaki hingga dengkul untuk relaksasi.

01.00 (mawar)

sampai dengan selamat, namun agak kelelahan, karna lapar, kami langsung meluncur pulang untuk makan di Ungaran, atau di dekat kost intinya. Akhirnya kita sampai di soto Mas Bud Banyumanik.

Sampai kost dengan Cape

 

Untuk Catatan perjalanan kali ini beberapa konten, seperti makan di suatu tempat engga saya masukin, karena beda pembendaharaan, jadi ini kurang lebih detail estimasi biaya perjalanan kemarin :

Nutrijelly 4000

Sphageti 8000

saus sphagethi 14000

mie instan (2) 5000

Sayur buncis + bombay 5000

Akua botol 1,5 liter 13.000

mentega + nata decoco + adem sari + pelengkap 23.000

kacamata 15.000

bensin 25.000

simaksi 13.000

 

 

Sekian perjalanan kemarin

 

Edo Susanto

11-3-2016 (pukul 04.18)

Tentang kesukuan dan Nasionalis

Internet memang memabukan dan memberi banyak pandangan. Jujur sebagai orang yg gampang tersulut isu dan pemikiran orang, saya semakin pesimis sama kontribusi kami (minoritas suku) chinese . Mungkin tanpa disadari penetrasi Ahok di DKI Jakarta sedikit banyak mengangkat kaum minoritas chinese yg selama ini kadang dianggap sebagai kaum penghianat.

a3BZMm3_460s_v1

Lanjutkan membaca “Tentang kesukuan dan Nasionalis”

Perbincangan denganmu

Siang itu, ketika bangun terlambat

 

A :” Aku… ” *terjeda. “Aku rindu. Saat2 itu.” “Kamu tidak?”

 

B : ” ah, apa yg kau pikirkan? Sekarang kita dimana? Kau pikir bisa? ”

 

A : ” Aku tau itu bukan hal mudah, tapi bukan tidak mungkin.. ”

 

B : ” Denger ya skali ini, ITU GA MUNGKIN “, kita udah dimana, dan yg kau pikirkan itu dimana !? ”

“Setidaknya sementara jangan kau berisik, aku tak tahan dengar rengekan mu ”

awxmQpQ_460s_v1

Lanjutkan membaca “Perbincangan denganmu”