Exodus (Nasib Rohingnya )

Pagi ini saya baca berita tentang nasib pengungsi rohingnya yg sudah setahun lamanya tinggal di aceh, setelah sekian lama tak mendengar kabar, akhirnya masalah ini timbul lagi, setelah minggu kemarin ada sejumlah kapal berlabu di aceh yang berasal dari Srilanka.

Beda kasus dengan Rohingnya, Srilanka memilih menjadi “manusia perahu” karna ingin perubahan, dan berharap bisa ke Australi atau Malaysia. Konon di negaranya kemiskinan sangat menyiksa, sehingga mereka mengambil resiko untuk “berlayar” dan mencari tempat tinggal baru jika dibandingkan tinggal di negeri asalnya. Dan Rohingnya yang disebut berasal dari Myanmar pun katanya asalnya dari Srilanka, atau India, yg ber-exodus ke tempat yang baru, namun sial, ditolak dan diusir.

Tentu hari ini,sejumlah pengungsi Rohingnya sepertinya tidak dipermasalahkan oleh warga aceh, namun bayangkan jika jumlah orang2 tersebut bertambah, dan juga makin “membebani” mereka (warga aceh).

Sinis?
Agaknya saya memang begitu. Walau di dalam berita tersebut, terlihat etikad baik dari pengungsi untuk bekerja, tapi toh rasanya jadi berat, ditengah bangsa ini juga ga bener2 ametan. iya ga sih?

Jika sudah seperti ini, ingin rasanya mimpi John Lennon terjadi. Saya rasa semua mimpinya di dalam lagu “IMAGINE” sangat murni. Mimpi seorang anak kecil yg belum mengerti nilai, uang, agama, atau hal2 lainnya yg membuat orang jadi gila dan memperebutkan itu semua

 

“Manusia berasal dari nur / cahaya / energi yang teramat murni sumbernya (Tuhan), ketika cahaya itu masuk ke dalam tubuk, menyatulah mereka dan cahaya tersebut menjadi jiwa. Perlahan tapi pasti, cahaya itu hilang jika tak sering kau bersihkan dari kotoran2 jiwa”

 

Edo Susanto
28-06-16 (pukul 08.43)

Iklan

[SOTOY] Eropa yang Taruma dengan Isu Agama

Mumpung lagi anget2nya nih, posisi puasa dan Ramenya berita Ibu Saeni yg jadi polemik. Saya sedikit pengen ngasih pandangan tentang apa yg ada di kepala ini, dan kenapa yg terjadi di negeri ini.

Dari judul udah diperingatin ya kalo penulis cuman sotoy, alias asal Jeplak (asal ngomong), karna ini murni isi buah pikiran dari bengong dan nonton berita. Dimulai dengan Vidio berikut, dimana FPI hadir (atau lebih tepatnya Grebeg) kantor KOMPAS (bagian online kayanya), yg Seru abis dan bikin deg2 ser (apa sih, hahah)

 

Di situ keliatan, sudut pandang FPI sangat ISLAMI (versi mereka) dan secara tersirat “siap” membakar (monggo disimpulkan pas pecakapan akhir Ustad). Ya ga dipungkiri repot ya. Intinya saya sependapat bahwa KOMPAS memang sedang punya MISI tersendiri, apalagi memang periode pemerintahan sekarang seperti memang sengaja DISETTING selalu “RIUH”.

Mungkin beberapa dari kita pernah nonton film “KINGDOM OF HEAVEN” atau kerajaan sorga. Film yg mendapat banyak penghargaan ini memang asli bagus, melihat sisi dari versi orang kristen yg banyak hijrah ke Timur Tengah dalam rangka perang mencari Tuhan dan Penebusan Dosa. Perang yg biasa disebut Perang Salib tersebut adalah perang ttg perebutan wilayah yang disebut Jerusallem, dimana merupakan sentral dari 3 Agama Samawi (langit) yaitu Kristen, Islam, dan Yahudi.

Dalam lakon film tersebut, saya menyukai 2 lakon yg paling menggetarkan hati saya, yaitu Balian son of Gofrey alias Ibelin, dan Marshal Tiberas. Mereka berdua banyak berdiskusi tentang moral, dan kejamnya perang, serta sulitnya menjaga perdamaian di Jerusalem karena banyaknya fanatik Kristen yg haus akan penebusan. Akhirnya pada ending cerita, Jerusalem jatuh, dan kemududian dikuasai oleh Saladin alias Salahudin.

Tuhan kita mengajarkan kita untuk memilih, mereka diperintah oleh Tuhan nya untuk taat

Marshal Tiberas

Tentu cerita di film tersebut tidak bisa menjadi patokan sejarah, hanya saja kita bisa menagkap beberapa pesan moral yg diangkat dari sejarah yg terjadi dimasa lampau.

Dari gambaran diatas, pernah ga sih kepikiran, kenapa orang barat kok kurang religius ?

Contoh sederhana saja, banyak perintah Alkitab, yg disisihkan di negara2 barat, seperti pornografi. Dan setau saya malah mereka engga sedetail indonesia, dimana kartu KTP disediakan kolom AGAMA.

Perang Dunia I dan Perang dunia II mereka saling perang . Mereka berdoa pada Tuhan yg sama, tapi toh perang tetap terjadi? Iya ga sih? (sotoy)

Motif keagamaan saya pikir telah luntur di Eropa. Mereka memisahkan antara agama, ras, dan politik ketika berbicara di depan umum, dan menghargai atas capaian. Hal ini banyak saya lihat di blog2, serta media2 mereka dalam penyampaian informasi, atau menghargai segala hal. Saya pikir Perang Salib telah mengubah segalanya, terutama sudut pandang mereka tentang agama. Mereka merasa Perang Salib yg pada saat itu digaungkan untuk kebesaran nama Kristus, hanyalah omong kosong yg membuat luka menganga dimana2.

Agama bukanlah tameng, atau topeng yg dijadikan citra kepada publik. Agama seperti multi-vitamin yg di minum, tanpa orang lain harus tau. Mungkin sesekali kita akan menawarkan “multi-vitamin” tersebut, tapi kita tidak bisa memaksa orang lain untuk menggunakan merk yg persis sama dengan kita. Memang pahit bagi orang yg religius melihatnya (terutama Islam), yg memang diperintah oleh Nabi dan Tuhan untuk mengajak, dan berdakwah terus-menerus. Tapi itulah kenyataan, bahwa banyak negara maju (di eropa) yg tidak bertameng pada AGAMA, mereka hanya evaluasi dan memperbaiki diri dan menegakan hukum dan peraturan secara mantap.

Kemarin saya bikin status di FB saya

aaa

Saya Agak males bahas di FB saya, karena mereka “kenal” saya, dan saya tentu ingin menjaga hubungan baik saya dengan orang2 yg ada di fb. Karna mana mungkin saya menulis se frontal dan sementah ini dapat diterima di pola pikir teman2 saya.

Saya pernah mendengar, bahwa di Mekkah tidak ada Gereja bahkan di seluruh wilayah Saudi arabia hanya ada 2 (sotoy, dan mohon koreksi) . Perih ga sih? (padahal TS ga pernah ke gereja, hahahah). Dan setau saya bukan kah di jaman Nabi (Muhammad saw) umat kristiani itu ada ya? trus mereka ibadah di mana? Memang ada 2 kemungkinan, pertama bahwa umat Kristen telah habis karena berpindah agama menjadi Islam (gereja sepi, kemudian dihancurkan), atau memang “dihilangkan” (sotoy).

Saya kurang sua untuk mengungkapkan (karana ini SARA banget) namun, saya rasa memang FPI mencoba Meng-ARAB-kan Indonesia.Negeri yg penuh toleransi dan keberagaman, dipaksakan menjadi satu suara dan (mungkin) satu agama. Saya jadi ingat alm. Gusdur yg merupakan tokoh pluralisme negeri ini

gus dur4

 

Banyak orang yg mengagumi negeri kita karna “adem” dan kuat melawan terorime, dan lantang berkata: “Indonesia negeri penuh toleransi dan keberagaman, Terorisme adalah bukan bagian dari Indonesia” . Namun Intimidasi dari FPI ke KOMPAS malah mirip terorisme, dan malah lebih mencekam, karna datang dengan ancaman (berbeda dengan aksi terror bom yg biasa terjadi di Indonesia)

Sekali lagi tentu banyak “kepentingan dari kejadian ini semua. Banyak arus uang dan kekuasaan yg ada seperti peringatan Ustad yg pertama kali ngomong (yg ini saya setuju sama FPI ini karan bicara secara bijak dan fakta, bukan agama). Kita harus melek, dan kita harus aware. skali lagi, belajar dari Eropa yg “dibodohi” pada saat perang Salib, dimana hasutan agama menjadi tameng dan topeng di tengah tujuan semu pihak tertentu. Dan ingat, ini Indonesia, Bukan ARAB.

 

Edo Susanto

20-06-2016 (pukul 4.06)

Khawatir (Tak Menyelamatkanmu)

Tuhan Adalah Gembalaku

takan kekurangan aku

Dia membaringkan aku

Dipadang yg bereumput hijau

Dia menuntunku, ke air yg tenang

Dia menyegarkan jiwaku

Dia menuntunku, ke jalan yg benar

Oleh karna nama-Nya

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kegelapan

aku sedikit khawatir Tuhan melupakanku

Karna aku memang sudah lama tak bertemu dengan-Nya

Baik dalam doa, maupun dalam rumahnya

 

Edo Susanto

14-06-16 (pukul 12.17)

Membaca dan menulis (di Blog)

8e3d4b8b54e733406566129d3368d74a

Tadi saya sempet nonton video Pak Basuki (Ahok), wawancara informal, dengan wartawan di Youtube. Saya juga menyempatkan baca2 blog2 yang saya ikuti, dan lumayan “ngerefresh” otak untuk sekedar tau sejauh mana orang2 sudah berjalan, atau capai.

Seperti biasa saya masih suka dengan cara bicara pak Ahok, yg cerdas dan cenderung “mengintimidasi”lawan2nya, dan mampu membawa opininya menjadi rasional dan bisa diterima orang banyak. Saya juga suka tulisan2 orang tentang curhat hidupnya, keluarganya, jalan2nya, atau opini2 di blog yg membuat saya sedikit melek, bahwa diluar banyak orang2 yg mempunyai kehidupan yg luar biasa (terutama orang Indo). Secara keseluruhan saya mengikuti hampir 100 blog (mungkin akan terus bertambah hingga ratusan berikutnya), yang setiap harinya mengirim cerita sedih, senang, atau menginspirasi saya, bahwa masih ada manusia yg humanis atau masih ada keluarga yg “ideal”.

Sebulan yg lalu, saya pernah ngobrol sama Dian, tentang apa yg kita lakuin ketika jenuh atau bosan mengerjakan TA. Saya bercerita bahwa saya melakukan banyak hal (baca sini). Sedangkan Dian, dia mengaku menghilangkan jenuhnya dengan cara melukis, atau nonton, atau yg menurut saya agak geli yaitu stalking artis ASK FM. Saya sempat debat sama dia, bahwa ASK FM adalah sosial media yg paling ga guna sedunia. Tapi dia bercerita banyak orang2 cerdas yg jadi “artis” dapat menginspirasi dia, atau membuat dia tau tentang beberapa hal yg penting, tapi ga penting. Ya intinya pengetahuan umum yg bikin dia tertarik.

Kami berdua sepakat, TA ini telah mengisolasi kami untuk bersosial, atau untuk sekedar up to date tentang berbagai hal yg menarik bagi kami. Mungkin juga itu yg dirasa beberapa teman2 yg lain terdahulu. Kami sepakat, bahwa kegiatan kami diatas, membantu kami untuk dapat melihat dunia, atau mengintip mimpi2 kecil kami setelah selesai menempuh studi kami di sini.

 

Quote+Kata+Bijak+Mutiara+william+nicholson+05112014235422+idQuote.info

Saya pada dasarnya seneng baca2 bulu biografi tokoh2, tapi karna malas beli dan malas keluar duit, belakangan saya mengalihkan media baca saya ke blog2. Memang bobotnya tidak sedalam buku, namun saya rasa masih lebih baik daripada tidak. Membaca membuat saya aga “eungeuh” (red- sadar) bahwa jalan hidup saya terlau sederhana, atau lebih tepatnya kurang berdampak ke lingkungan saya.

Tapi dari kegiatan membaca blog , sebenernya yg paling saya merasa kehilangan adalah ngobrol. Saya lebih merasa “hidup” dan terinspirasi ketika ngobrol langsung dengan teman, atau orang baru yg biasanya memiliki cerita2 unik dan baru bagi saya. Agak sedih sebenernya (terutama buat saya), yg pada dasarnya seneng ngobrol (aka cerewet), engga “ngelatih” ngobrol secara langsung ke orang langsung. Malahan pas kemarin ngopi bareng Dinda, dia bilang cara ketawa saya berubah dan makin ngeselin. Saya bilang mungkin ini efek nonton Anime (OP), yg katanya suara ketawa saya “sok imut” (hadeuh).

13315748_925534540906050_5179821908241697361_n

 

Kemudian saya setelah saya rajin baca blog, saya sadar bahwa nulis juga penting (yg ini udah tau sih sebenernya, hahhah), tapi mager yg luar biasa membuat saya kurang produktif, atau jika menulis, kualitas tulisan yang saya tulis kurang memenuhi standar (bahkan menggunakan standar kualitas saya sendiri yg terbilang agak rendah)

Tapi mungkin setelah tulisan ini saya makin intens menulis, bahkan ada saat ini (ada 1 tulisan) yg sudah saya jadwalkan terbit pada tanggal ulang tahun saya (gaya kan? akakakak). Saya merasa beban TA saya sudah tidak membebani saya lagi secara Psikis, jadi intinya udah agak plong, dan siap menulis dengan bobot dan penyusunan bahasa yg lebih baik dan tidak lagi kacau balau.

180101

Kedepan Saya belum tau hal apa yg saya bahas di sini, tapi melihat contoh senior2 blog, makin banyak hal2 menurut saya secara moril patut diangkat, hal2 sederhana yg saya pikir bisa menginspirasi dunia menjadi lebih baik.

Maaf ga mencantumkan sumber gambar, kedepan saya juga mau lebih rapih kok… 🙂

Edo Susanto

9-6-16 (pukul 12.18)

Beruntung karna doa atau berusaha?

Saya orang yg percaya Tuhan,dan memegang agama Kristen sebagai kolom yg tercantum di KTP saya. Beberapa hari ini saya terlibat msalah yg disebabkan saya sendiri. Ditengah waktu deadline untuk daftar sidang akhir, ternyata salah satu syarat TA saya yaitu surat puas PBPAM (perencanaan bangunan pengolahan air minum) saya hilang, beserta “hard file” yg merupakan hasil tulisan tangan saya ketika semester 5 dulu.

Hal konyol terjadi ketika saya menyadari bahwa saya tidak punya surat puas. Saya memiliki fotocopy dari SP (aka surat puas) yg belum di ttd oleh dosen pengampu. Dengan PD saya bilang bahwa SP saya hilang, dan meminta tolong dosen saya untuk menandatangani fotokopian SP PBPAM tersebut (untuk info aja, seharusnya saya memberi yg asli, namun fotokopi masih boleh asalkan terdapar ttd dari dosen pengampu dan Cap dari fak teknik.

Saya kira memang pada dasarnya saya ceroboh, ternyata fotokopi SP tersebut bukan bertuliskan nama saya, dan benar2 saya baru tau pada saat itu. Dosen pengampu saya hanya senyum2 dan geleng2 liat kelakuan mahasiwanya yg kaya saya gini. Sungguh malu2in.

Kemudiansaya bertanya, tentang bagaimana saya bisa menembus SP yg merupakan syarat untuk sidang. Beliau meminta saya untukmencari lagi hard file dan SP saya.Keesokan harinya saya datang dengan wajah melas, dan tidak membawa hasil. Saya bertanya pada beliau “pak, saya perlu print out Tugas besar PBPAM saya lagi pak?” beliau : ” yak, kamu cari dulu! memang harusnya print atau bagaimana formatnya? ” Saya : “tulus tangan pak”. “Oh ya udah samakan formatnya dong, nanti saya dikira tidak adil. Dan saya kira kamu harus cari dulu dengan serius”.Saya : “dihilangkan oleh yunior pak, brarti saya harus tulis tangan ulang pak?”. Beliau : “jangan dulu, kalo mepet dengan sidang kamu ketemu saya lagi saja”

Ada 2 hal yg saya simpulkan dari pertemuan tersebut, yaitu saya bisa dapat SP jika menulis ulang, atau memelas meminta belas kasihan dari dosen pengampu saya. Tentu jika ingin cara mudah, saya tinggal “minta” saja pada esok harinya, karena deadline dari daftar sidang adalah keesokan harinya, gampang toh? Tapi tentu menjadi sulit bagi nurani dan moral saya untuk menerima belas kasihan tanpa berusaha sama sekali.

Siangnya saya menyusun ulang Tubes PBPAm saya, dan mem-printout dengan warna yg sedikit abu2. Dengan power of frienship, saya meminta tolong untuk “mem-blad” alias jiplak tulisan abu2 tersebut ke teman saya. Banyak yg terlibat, ada Bagas, Angga, Dinda, Akhlis, Geral, Juna, Lucy, dan Kiki. 110 halaman men!!Tapi kelar dengan waktu hanya 3 jam, jam 9 malam saya udah selesai mengumpulkan dari pahlawan2 diatas, hahha (thank’s buat semuanya!)

Esoknya saya kekampus pagi2 sekali untuk menunggu Dosen pengampus PBPAM saya. Dan kabar buruk datang, beliau tidak akan ke kampus karena sedang keluar kota (eng-ing-eng) waduh baget lah waktu itu. udah malemnya tidur dikit (autocad crash, dowload dan instal ulang), eh bapaknya ga ada. Pada saat itu saya bingung, dan kebetulan bertemu mas Dayat yaitu staf admin saya di luar ruangannya. Setelah bercerita, beliau luruh mungkin (atau memang jadwal wisuda mundur), lalu beliau berkata memberi tenggat waktu kepada saya hari rabu (tanggal 8 mei). wah seneng toh?

Tapi sayamerasa kok rasanya enak betul ya kalo kita selalu memanfaatkan kebaikan orang? toh saya yakin dosen PBPAM saya akan datang sore itu, dan saya juga yakin saya ga butuh belas kasihan karna memang saya kenal beliau2 tersebut. Harap2 cemas, ternyata “Pak PBPAM Datang!!!!” Beliau datang jam 4 sore di detik2 saya mau pulang (fyi : hari itu hari jum’at), dengan senym sumeringah saya menghampiri beliau ke ruangan, dan memajukan Tubes saya. Beliau sedikit kecewa dengan tubes saya, namun mungkin karna “kasihan” dan niat baik, beliau memberikan SP yg diingikan. Kebetulan Pak Darno, Doswal saya masih ada hingga sore itu, dan mantap, saya mengajukan Form 6, yaitu surat untuk mengajukan SIDANG AKHIR. Ternyata NIP (nomor induk pegawai) beliau salah, dan saya harus print ulang. Ada-ada aja… -.-”

Lanjut hingga jam 5, sunggu beruntung beliau masih ada di kampus. Walau mas Dayat sudah pulang, namun saya memberi formulir saya ke mas Habibi, dan secara resmi, saya mendaftar sidang Hari jum’at, sesuai denag deadline yg diberikan mas dayat di hari sebelumnya. Syukur lah

Memang keberuntungan selalu hadir di kehidupan. Kita jadi bertanya2 apakah semuanya hadir karana Doa atau memang berusaha. Saya pikir etikat baik, sikap, serta karakter kita memang menentukan apa yg kita sebut keberuntungan. Bukan saya menafikan Tuhan, toh Tuhan juga pernah berkata, orang yg terus berdoa kepada-Nya, namun tanpa menunjukan usaha, maka akan sia2.

Tentu saya berterimakasih kepada siapa saja yg mendoakan saya, sebab saya sendiri tidak akan berdoa atas kebodohan saya sendiri. Secara garis besar, masalah ini hadir karena saya sendiri, toh ngapain minta belas kasihan dari Tuhan. Kita hanya perlu menunjukan bahwa kita berusaha, dan sabar untuk menunggu.

Sekali lagi, karakter juga menjadi penentu. Bisa dikatakan sedikit menjilat dapat menentukan peta kehidupan kita. Bukan dalam konotasi negatif, maksud menjilat adalah menjaga hubungan baik, dan membuat orang2 simpatik keada kita. Karana banyak sesuatu, termasuk rezeki, dan keberuntungan hadir dari sikap, atau hubungan baik yg bermuara dalam bentuk tindakan simpatik dari orang2 yg berhubungan baik dengan kita.

 

Edo Susanto

5-6-2016 (pukul 11:41)