Yang Ditinggal

IMG_20160803_092902[1].jpg

Edo Susanto

Merbabu, 3 Agustus 2016 (pukul 06.15)

Iklan
Andalan

Tulisan Tanggal 6-6-16

Apapun yang terjadi hari esok, setidaknya kita memiliki hari kemarin.

Tak peduli itu detik, menit, atau hari, setidaknya kita pernah bersama dan memikirkan tentang keresahan kita tentang dunia .

Sulit berdamai dengan keadaan dan Tuhan sebenarnya, namun aku rasa aku sudah menjadi orang yg terbebas dengan jalan hidupku hari ini

Aku akan bebas, dan menapaki jalan baru dengan seseorang yg baru.

Mungkin Tuhan sedang mengetuk isi kepala ini, dan berkata : “Sekarang mulailah jalan!”

Aku tak akan berdoa tentangmu, keluargamu, atau kekasihmu.

Aku hanya berdoa agar dunia ini menjadi lebih baik, bukan untuk kita, tetapi untuk keturunan kita, yg akan terus mengisi bumi ini hingga datangnya hari penghakiman 

Dimana “Sosok Nya” akan hadir dan menjadi hakim atas kita dan bumi kita.

Salam damai untuk bumi dan segala isinya

Edo Susanto

Dibuat : 6-6-16 (20.01)

Khawatir (Tak Menyelamatkanmu)

Tuhan Adalah Gembalaku

takan kekurangan aku

Dia membaringkan aku

Dipadang yg bereumput hijau

Dia menuntunku, ke air yg tenang

Dia menyegarkan jiwaku

Dia menuntunku, ke jalan yg benar

Oleh karna nama-Nya

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kegelapan

aku sedikit khawatir Tuhan melupakanku

Karna aku memang sudah lama tak bertemu dengan-Nya

Baik dalam doa, maupun dalam rumahnya

 

Edo Susanto

14-06-16 (pukul 12.17)

3/4

Kemarin, tanggal 7 ( 2 hari sebelum gerhana matahari / GMT ), tiba2 terbesit ide gila, nonton GMT di gunung, hahah. Setengah nekat saya rasa, dan dengan segala pertimbangan saya mengajak teman KKN saya, alhasil cuman Dinda doang (emang males sama yg laen, banyak wacana, no action), sempet ngajak Adhi, sama Taufik (temen angkatan), tapi mereka berdua nolak, alhasil perjalanan cuman kita ber-2. Dengan pertimbangan jarak dan pengalaman sebelum2nya (baik itu potensi kabut maupun resiko kecelakaan perjalanan) akhirnya dipilih gunung Ungaran.

 

Sayang karna ga ada kamera, saya cuman bisa cerita aja, tanpa dokumentasi detail yg menggambarkan Gunung Ungaran, maupun GMT 3/4 yg terlihat di sana. Jadi inilah Rundown, dan estimasi, serta budget yg dibutuhkan untuk mendaki ke Gunung Ungaran

16.30-19.30 (banyumanik)

karna emang dah jam makan malam, kita makan di Banyumanik, sekalian ngelengkapin kebutuhan dll. Juga nitip kunci kamar ke anak Goa, biar klo kenapa2 bisa bertindak.

19.30-21.00 (Mawar)

Perjalanan lancar bebas hambata karna make motor Dinda (klo pake motor saya ga bakal kuat nanjak), dan registrasi disana. Setelah sedikit pemanasan, perjalanan kami dimulai

21.00-23.00 (pos 1-Pos 2 – Reservoir – Kebun Teh )

Perjalanan relatif aman, ngegosipin cah KKN, sempet gabung dengan kelompok (yg ngakunya anak USM) karna dirasa agak lambat, dan kurang welcome, kemudian kita pamit duluan ketika mereka istirahat di pos 2. Sesampainya di Reseroir istirahat sejenak untuk mengabil dan mencoba air dari mata air langsung (dan si Dinda takjub, katanya seger), dan melanjutkan perjalanan sampai Kebun Teh.

23.00-01.30 (Pos 3 – Puncak)

Perjalanan melelahkan dan bertemu dengan 8 orang yg ngakunya montir di Yamaha dekat Paragon. Akhirnya sampai puncak, langsung buka tenda dan masak air buat bikin kopi, dan kemudian baru istirahat jam set 3 pagi.

05.00 (bangun)

Seperti biasa, saya nyeduh kopi, dan Dinda dengan teh-nya. Saya suruh dia keluar untuk liat sunrise gunung pertamanya, dan cuaca relatif cerah. Kemudian saya melanjutkan memasak sup cream instan, dan menjadikannya sarapan pembuka.

06.20 (GMT sebagian dimulai)

Pertama2 saya akan menjelaskan dulu tentang ke-begoan saya tentang ekspetasi saya melihat GMT sebagian terjadi. Saya kira ketika matahari tertutu 1/3 atau setengah, sinar matahari yg akan menuju bumi akan signifikan berkurang, kenyataannya engga. Saya mulai sadar ketika jam sekian kok engga gelap yah (ini serius goblok, hahhaha) dan bertanya sama temen saya, kok gak gelap. Dia pun eungeuh (red sadar) dan baru inget ttg kacamata (untuk info kita beli kacamata harga 15.000. Trus setelah memakainya, dia bilang bahwa matahari mulai tertutup. Setelah coba ternyata iya terlihat.

Saya sendir kemudian memantaunya per-10 menit untuk melihat perkembangannya dan konon jam 8.20 menjadi puncaknya (dan memang bener). Saya fokus masak sarapan (spagheti), dan tetangga saya yg montir Yamaha sibuk selfie. Saya sungguh kagum (walau kecewa dikit) melihat GMT dengan wujud 3/4 lebih (sepemantauan saya) dan kecewa dikit gara2 engga jadi gelap (hahah). Selesai sarapan bareng kita beres2 dan jam 08.30 sudah siap untuk turun.

08.30-10.30 ( Reservoir)

Penalaman memang agak menentukan. Dengan membuat jelly sebagai cadangan cemilan, dan air yg kita hemat akhirnya selamat sampai reseroir. Sempat terjadi insidin si anak Yamaha ada yg cidera dan kelelahan, namun bisa teratasi dan sampai Reservoir dengan selamat.

Di reservoir sangat menyenangkan, selain mendapatkan air minum yg segar, disana ada kolam yg dimamfaatkan pendaki untuk renang. Saya sempatkan merendam kaki hingga dengkul untuk relaksasi.

01.00 (mawar)

sampai dengan selamat, namun agak kelelahan, karna lapar, kami langsung meluncur pulang untuk makan di Ungaran, atau di dekat kost intinya. Akhirnya kita sampai di soto Mas Bud Banyumanik.

Sampai kost dengan Cape

 

Untuk Catatan perjalanan kali ini beberapa konten, seperti makan di suatu tempat engga saya masukin, karena beda pembendaharaan, jadi ini kurang lebih detail estimasi biaya perjalanan kemarin :

Nutrijelly 4000

Sphageti 8000

saus sphagethi 14000

mie instan (2) 5000

Sayur buncis + bombay 5000

Akua botol 1,5 liter 13.000

mentega + nata decoco + adem sari + pelengkap 23.000

kacamata 15.000

bensin 25.000

simaksi 13.000

 

 

Sekian perjalanan kemarin

 

Edo Susanto

11-3-2016 (pukul 04.18)

“Lakukan lah bagianmu, maka Tuhan akan memberimu yg kau butuhkan “

Saya jadi ingat penggalan kata2 diatas, yg berasal dari pendeta / boksu dari GBI Gajah Mada semarang, yg pernah disampaikan david, teman saya. Kalo ga salah ini juga bagian dari penggalan ayat dalam alkitab, entah dimana, hahah.

 

Jadi, saya baru saja tahu (informasi) tentang wisudaan periode januari, dari komting (komandan tingkat) bahwa, untuk dapat wisuda perperiode januari nanti, kita harus melaksanakan seminar hasil (TA) minimal hari rabu kemarin (tanggal 25 november).

 

Alkisah (eh cie.. Hahah) ada 4 temen saya (bagas, ranti, taufik, sama faik) pengen ngejar wisudaan periode januari ini. Mereka mengusahakan untuk lobby dengan dosen wali, untuk diloloskan dan berusaha ngejar . Dan hasilnya, tadi siang (dalam obrolan) hasilnya adalah mereka gagal. Malah mereka harus off, karena waktu (dan durasi) untuk mengerjakan TA mereka sudah habis, otomatis harus mundur dan off satu bulan. Lebih lanjut, mereka harus mengurus (dari awal lagi) surat2 form2 dll.

 

Ada lagi cerita tentang TA dari temen seangkatan icha. Doi malah unik, dan penuh keberuntungan. TA-nya dengan tema desain management sampah terasa lancar (walaupun mungkin banyak rintangan). Sempat berstatus “diseret” oleh teman2nya, doi sekarang sudah melaksanakan semhas, tinggal menunggu waktu untuk sidang. Bukan apa2, icha ini manusia yg sifatnya aga males (dan sangat aktif buat main). Icha yg sempet off 1 bulan (kalo ga salah) karena ikut proper (padahal temen2 tim-nya ga ikut), sukses menyelesaikan tepat waktu TA-nya dalam masa2 injury time.

 

Tentu banyak cerita tentang mepertnya waktu dalam ngerjain TA, dan harap2 cemas dalam proses menyelesaikannya.

 

Saya sendiri jadi aga was2 kalo mau dipikir2. Setelah target menyelesaikan TA (untuk ) sidang desember, sepertinya akan pupus . Gegara TPA yg ga ngalir2, jadi aga ngehabat prosesnya.

 

Kisah lucu lagi dari Dipong. Sial bagi dia karna ternyata waduk yg menjadi objek penelitiannya sedanga maintenance . Hal ini menjadi cukup krusial buat dian, karena dalam penelitiannya diharakan operasional waduk akan berjalan normal.

 

Adalagi tentu masalah2 dalam tim2 saya (seperti ane dan nicha) namun kebanyakan tidak se-mayor cerita2 sebelumnya.

 

Sesuai ucapan pak pendeta / boksu, sementara ini kami semua hanya bisa berpasrah dan berusaha. Hanya mencoba mengerjakan dan menunggu hasil. Semoga segalanya dilancarkan.

 

Edo Susanto

2 desember 2015 (pukul 14.32)