Kembali ke nol

Pendek saja. Tahun ini tahun berkat. Tuhan yg maha pemurah memberikan segalanya. Namun segalanya kembali ke nol, keluar dari zona nyaman.
Kebiasaan menulis belum digalahkan lagi, tapi syukur, karena sudah ada modal, sudah banyak buku yg dibeli, seolah tak bosan membaca dan terutama membeli. Tapi godaan untuk tidur masih jadi tantangan utama. 
Syukur, sekarang sudah kerja, dan berada di perusahaan milik negara yg niat tulusnya dapat bermanfaat untuk masyarakat dan negara. Semoga pengabdian ini . Tentu tantangan selalu ada, dan semoga Tuhan memberi jalan.
Banyak hal dalam persimpangan jalan. Semoga dapat diarahkan dalam jalan terbaik untuk semua pihak. Amin
Edo susanto

1 januari 2017

00.02 WITA

Iklan

Salah Potong

Sebenernya ini sedikit Alay buat diceritain, tapi berhubung udah banyak yg ngomen jadi males klo dipendem sendiri, hahah……

Sebenernya yg saya takuti ketika potong rambut adalah ketika gaya rambut hasil potongnya nanti dikira mirip Kim Jong Un (bener ga nulisnya?) presiden korea. Dan akhirnya hal buruk terjadi, ini gegara tukang cukur yg rese dan sotoy pas kemarin dan gini nih jadinya.

download (2)

Percakapan denga tukang cukur :

Saya : ” mas, tolong potong ala viking gtu ya mas.. Eh pantes ga yak?”
Tukang : ” oh yg pinggirnya nol kan mas?”
saya :”Iya mas”

Akhirnya tukang Cukur pede motong gtu aja… Beberapa menit kemudian

Tukang :” wah, masnya rambutnya ketombean yak…”

Saya langsung megang sendal langsung geplak kepala tukang balas dengan senyum terindah sebari ngomong : “Oh iya mas, biarin aja lah mas, cowo wajar”
Tukang : “masnya pake conditioner aja mas..”
Saya :”agak males mas, ribet !”
Tukang:”engga mas, saya juga pakek kok”

Saya langsung merhatiin Ni tukang cukur, rambutnya pendek, dengan topi so kecenya, dan kemudian saya sadar, ada yg aneh..

Saya :” waktu rambut saya panjang (monggo cerita tentang arti rambut ketika rambut saya sudah mencapai bokong) temen saya pernah mau ngasih gratis mas, tapi saya tolak karena ribet makenya. setau saya setelah keramas kan? kemudian baru pake conditioner”
Mas tukang:” Loh *muka bingung*, engga ribet mas langsung dipake

Hah!?

Akhirnya kita Sempet debat bulak-balik sampe 5x ada dah itu, dan akhirnya saya mengalah, mengingat yg tukang cukur masnya, bukan kita dan kesimpulan sementara masnya klo Keramas pake koditioner doang dan ga pake sampo *geleng2

Setelah membikin rambut nol kiri-kanan-belakang, baru lah masnya nanya

Sambil nyisir2 :” mas rambutnya ditarik ke pinggir (kanan) kan?”
Saya :”wahbagus ke belakang dong mas, kan biasanya juga ke belakang”
Tukang :” ra nyandak (ga nyampe mas)”
Saya :” lah trus piye? Aku sih emoh belah minggir, makin mirip Kim jong un kita orang ”

Seolah kena serangan otak beku sebari (pura2) mikir, “ya udah mas berarti gini aja

*Hening

saya dengan tenang berkata : “Udah mas?”
Tukang : “Iya toh, Kali dipotong nanti ga nyampe2 (untuk ditari ke belakang)”
*Hening*Hening*Hening

WTF dah, dengan potongan nanggung Dia bilang kelar *ambil sendal lagi, kita tabok lagi.

Meminta  penjelasan lebih : “Tapi ini pantes mas?”
Tukang : “Ya klo masnya pede pantes aja. ”

Termenung, dikeramasin, bayar dan pulang.

Keesokannya 2 orang langsung ngetawaiin saya pas ketemu… *stay strong

Dan untuk mas tukang cukur terkutu tercinta, buat elu tau aja dah, rambut lu itu KOTOR , iya karena cuman pake conditioner.  Dan faktanya setelah saya orang tanya sama cewe jadi2an temen saya , fakta menyatakan bahwa :

memakai conditioner adalah setelah dilakukannnya keramas.

jadi tolong mas untuk  segeralah insyaf dengan keramas dengan benar, dan memakai conditioner sebagaimana mestinya dan jangan menyesatkan cowo2 bodoh yg ga bisa bedain fungsi shampo dan conditioner. Wasalam

Hahhaha

Edo Susanto

17 juli 2016 (pukull 18.00)IMG_20160717_072626

INDONESIA-MALAYSIA-SINGAPURA

Pada akhirnya mau juga disempatkan, berhubung kota semarang panas nya poll, mau coba cerita-cerita selama KKL kemarin, Malaysia-Singapur. Tapi dibalik judul dari cerita ini, kenapa disisipkan Indonesia, karena kita berangkat dari Indonesia, so karena ada hal yg bisa kita pelajari dan petik dari negeri tercinta ini… 🙂 Sebelum panjang lebar, what’s KKL? oke, KKL adalah Kuliah Kerja Lapangan, yang merupakan salah satu matakuliah yg ada di Prodi Teknik Lingkungan. So, apa isi KKL? Sepaham dan seharusnya KKL, ini adalah salah satu proses berupa kunjungan lapangan ke Institusi atau Lembaga pendidikan yg mirip atau sejenis dengan yg ada di Indonesia ataupun di luar Univesitas Diponegoro. Tapi ga tau kenapa sebelum aku berangkat kemarin, rasa-rasanya KKL itu hanya ilusi semata, sebenarnya adalah acara maen bareng, hahah Sebenernya mau cerita panjang dari proses awal KKL, yaitu ketika Kami (TL11) masih maba, mungkin itu bisa di bahas di sesi lain kali ya. Jadilah kami berangkat pada tanggal senin 8 september, seru juga dilepas oleh ketua prodi pak Syaf, pak dekan (kalo ga salah namanya pak Bambang) ada juga dosen wali (sebagian) kami pak Darno. Walau engga fokus malah becanda pas pelepasan, di lepas lah kami (kurang inget jumlahnya karena ada yg langsung di jakarta), dari semarang ke jakarta. Keberangkatan kami dari semarang sekitar jam 2 siang. Apes mau dikata, sekitar tol mangkang macet total, sehingga perkiraan sampai di pringsewu tegal agak terlambat. Kami sampai di Tegal jam 7 malam, dan berangkat lagi jam 9 malam. Perjalanan agak kurang nyaman setelah melewati Cirebon, karena Pak supir memilih jalur alternatif menebus jalur tengah dan melewati subang, purwakarta lalu jalan tol.

Untungnya Kami tidak telat, sampai di Bandara Soekarno Hatta jam 5 (pas lah karena kami chekin bagasi jam 6 rencanannya) Dasar rombongan REMPONG, bocah akhirnya terpecah menjadi butiran debu (sambil nyanyi) nyari Wc, ada yg sholat, ya acak2an dah. sejam kemudian kami kumpul untuk makan dan chek-in 9 September ( Jakarta – Kuala Lumpur ) Menjadi sensasi tersendiri, keberangkatan kami menggunakan 1 rombongan pesawat. Pada kesempatan kakak kelas sebelumnya jika mengadakan KKL ke luar negeri, mereka biasanya menggunakan 2 flight (jam keberengkatan) sehingga di kesempatan sebelumnya hal ini menjadi titik kelemahan ngaret ketika di tempat tujuan. Hal ini menjadi apresiasi kepada kami yg tepat waktu dalam mengumpulkan berkas2 seperti pasport, sehingga pemesanan tiket pesawat bisa di usahakan dalam 1 flight . Setelah sampai di bandara Soekarno-Hatta, kami segera turun dari bus, dan masing2 menuju kamar mandi ataupun menjalankan kewajiban sholat. Kami sewaktu itu berangkat melalui gerbang keberangkatan 2 bandara. Akhirnya setelah sarapan dengan nasi padang yg disediakan oleh Dafa tour (Tur guide kami), kami bersiap untu check in bagasi. Untung beberapa dari kami sudah banyak yg pernah naik pesawat, namun pengalaman pertama bagi saya ini sungguh menyenangkan, segalanya sangat mudah, karena check in bagasi di lakukan secara kolektif, jadi kami hanya tinggal melabeli tas kami, dan setelah selesai, oleh tur guide kami, dikembalikan passport kami beserta tiket pesawat.   Kami berjalan menuju gerbang imigrasi, dengan menunjukan tiket dan passport kami. Karena kejadian ini sudah cukup lama, saya agak ingat, waktu itu dibandingkan teman2 saya yg langsung lolos, saya ditanya2 tujuannya mau apa dan berapa hari (mungkin karena poto passport dan aslinya sewaktu itu aga beda), intinya agak sedikit berbeda dibandingkan dengan teman saya yg lain lah (hahhaha). Setelah melewati gerbang imigrasi, kami berjalan menuju ke terminal keberangkatan kami (kalo ga salah 2H), udah lupa dah pokoknya. Penerbangan yg kami gunakan yaitu Lion Air . Setelah melewati metal detector, kami menunggu di ruang tunggu dekat pesawat akan berangkat.   Setelah pukul (sekitar) 08.00, penumpang di persilahkan untuk menaiki pesawat. Perasaannya seru cuy ! pengalaman pertama yg susah dilupain dimana kita jalan melewati lorong kaca kaya film AADC (intermezo) . Udah lupa duduk sama siapa, yg jelas, tegang kaya anak kampung, hahaha . Dan di detik2 peswat berangakat, saya tegang banget, dan cuman bisa ketawa2 sendiri. Ketika kapten pesawat memberi tahu bahwa pesawat aka take off (lepas landas), mulailah kerasa rasa ngilu kaya naik jet coaster di Dufan. Masi inget waktu itu pandang2an ama Iput , dia cuman bisa ngetawain, soalnya katanya muka saya pucat sekali.   Dalam keadaan terbang engga banyak aktivitas yg kami lakukan. Sesekali kami hanya mengobrol, namun itupun engga banyak. Kebanyakan kami tidur, sayapun merasakan ngantuk yg sangat (mungkin karena tekanan udaranya beda #sokberteori).

Engga banyak pemandangan yg terlihat, cuman awan2 aja. Sempat juga pesawat kami melewati awan yg diperingatkan oleh pilot untukmenggunakan sabuk pengaman. Namun itu hanya sebentar, dan kemudian kami sampai di Bandara Internasional Kuala Lumpur.   Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), keadaannya jauh berbeda dengan Soeta di Indonesia. Bandara ini terletak jauh dari kota, dan di sekitar bandara hanya ada sawit, tidak ada pemukiman. Kami kembali melewati imigrasi, namun kali ini imigrasi Malaysia, dan sekali lagi terulang. Dengan nada sinis petugas menanya2i, padahal teman2 yg lain engga segitunya (nasib orang ganteng, hahaha). KLIA sangat luas, jarak antara kami datang hingga keluar sangat jauh, setelah berjalan kemudian kami mengambil bagasi dan rombongan kamipun berpencar menjadi 3 kelompok. Ada 3 pemandu baru yg mendampingi kami (pak Tan, Pak Lai, dan Bu … (lupa)) dan kamipun di giring menuju bus.   Perjalanan kami di pesawat membutuhkan waktu kira2 1 jam, dan waktu malaysia-singapura lebih cepat 1 jam dibandingkan WIB (setel waktu malaysia waktu itu kurang- lebih set 12). Kami sampai di kota Tecno city atau apa ya, dah lupa juga, hahha, dan sampai di lokal. Dasar anak kampung, makan berantakan, dan satu yg unik adalah, rasa air minum di malaysia. Di sana air minum sangat tercium aroma dari kaporitnya, apa jangan2 ini ambil dari keran (dan ternyata iya). Santap siang begitu nikmat ditemani 2 teman yg sudah terkenal cantik (Atiya, Ninda, red), serta teman lainnya kaya Alan, Deby, Doni, sasanti, Jesica, (maap yg ga kesebut). Cuaca kemudian mendung dan hujan, kemudian perjalanan dilanjutkan menuju pusat kota, Kuala Lumpur.   Disana Kami melakukan half day’s trip, yaitu ke twin tower (dari jauh bgt -,-), chocolate butique, batu cave, dataran merdeka, dan pasar seni. Di perjalanan kami kembali disuguhi masakan, namun kali ini citarasa melayu. Restaurannya terletak di dekat Batu cave. Sebelum ke batu cave kami di ajak ke salah satu pusat oleh2 yg ada di areal sekitar situ. Malamnya kami tiba di hotel ( ga tau nama  wilayahnya apa) dan istirahat disana.

Malamnya beberapa dari kami langsung istirahat, namun buat orang2 yg biasa ngalaong tentu kesempatan main di negeri orang ga bakal di sia2in dengan hanya tidur. Sebenernya pada hari itu pengen nongkrong di tempat makan sebrang, apalagi ada olahan B2 (haram food)), jadi ngider2 nyari KFC. Ternyata fastfood di sana sama di Indo beda, disana jenis nasinya aga beda, sempet diceritain namanya tapilupa, hahha. Dikesempatan malam yang panjang, squad susu londo akhirnya nongkrong di loby, untuk sekedar online mengabarkan orang rumah. Sampailah orang datang (bang hasan *sotoy) ngobrol tentang potensi kerjasama malay-Indo. Banyak hal, dan informasi yg kami obrolkan, dan sangat menyenangkan. akhirnya tidur jam 4.30.

Kami berdua (patner sekamar Afan) kesiangan. Jadwalkeberangkatan yg harusnya jam 8, kami baru bangun jam 8. semua orang marah2 (soalnya kami sendiri posisis=nya korlap), akhirnya jadi aga ngaret . Perjalanan kami adalah sekali jalan, jadi semua barang2 bagasi, tas, langsung dibawa dalam perjalanan. Destinasi selanjutnya adalah Bukit Tagar Sanitary Lanfild. Perjalanan menempuh kurang lebih 1,5 jam. kami sampai sekitar jam 10 lebih, dan langsung disambut baik oleh pihak sana. Setelah pengenalan, kami langsung diajak berkeliling TPA termasuk pengolahan lindi yang ada disana. Komentarnya simple aja, “Istimewa”. Ilmu kami ternyata benar2 bisa diterapkan. Di Indonesia, sampah sangat sulit utuk diatur dan diolah, namun disana semua hambatan teknis sudah dapat diatasi dengan baik. TPA disana juga dapat menghasilkan listrik dengan cara menangkap gas metana yang terjebak dalam timbunan sampah. Satu kata kalimat yang saya ingat dari bapak2 (lupa namanya yg jelas dia direktur teknis) dia bilang, “Kami belajar pengolahan sampah dari negara A, B, C, dan D, namun ternyata tidak semua dapat diterapkan, kita tidak bisa meniru semuanya, dan segala sesuatunya harus dilihat di lapangan”. Hal ini diucakpkan setelah dia membicarakan tentang tanah penutup, dimana disana menggunakan geomembran bukan tanah. Acara dilanjutkan melihat IPAL yang tidak kalah kerennya dan dilanjutkan dengan suguhan Bihun dari pihak sana. Semua dari kami, termasuk dosen terkagum-kagum dengan pengolahan sampah yang sudah berjalan disana, dan mungkin menjadi pedoman kami tentang bagaimana pengolahan sampah yang bisa dijalankan di indonesia.

Perjalanan dilanjutkan makan siang menuju utara, perjalanan setengah jam (kalo gasalah deket pabrik Proton mobil mobil pabrikan malaysia), dan selesai kurang lebih pukul setengah 3 sore. Sebenarnya kami bisa mendapat kesempatan berwisata lagi, namun karena waktu yg sudah mepet dan kejadian kesiangan tadi pagi,maka rencana diurungkan. Kami langsung menuju Johor baru, yaitu negara bagian yang berbatasan langsung dengan singapura. Kami makan lagi dalam perjalanan (sekitar jam 6) dan  sampai di hotel pukul 20.00.

Ternyata wilayah kami menginap adalah wilayah turis, dan perjudian (katanya). Lumayan rame, sempet nongkrong sampai jam 12, trus tidur juga (afan sakit, dia ga kemana2). Paginya bangun pagi (kalo ga salah jam set6) langsung beres2 trus sarapan. Langsung menuju UTM (universitas teknologi malaysia).

Di UTM kami sampai tepat waktu, dan diajak berbincang2. Kami diperkenalkan berbagai fasilitas dan program untuk kuliah disana, serta mengelilingi danau (dan ada anggsanya). Pada saat itu saya intens ngobrol bersama pemandu kamu yg mahasiswa juga, yaitu Rahim Putra. Sampai hari ini kami masih sering berkomunikasi melalui FB.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke perbatasan antara Malaysia dan Singapura. Terjadi kekonyolan diantara teman2, terutama yg perokok, karena ada hukum yang diberlakukan di Singapura, yaitu, kalau kita membawa Rokok dari luar akan dikenai pajak, dan jika menyembunyikan dan ketahuan, maka akan di denda dengan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan pajak itu sendiri. Kebijakan ini termasuk bentuk yang unik, dimana sebelum aturan ini berlaku, banyak orang singapur yang “nitip” ke orang malaysia yg kerja di singapur untuk membelinya di malaysia (selisih harganya konon hingga puluhan dolar singapur). So, itu salah satu tindakan cerdas dari singapur untuk memproteksi pajak dan kesehattan warganya. Salah satu hal yg unik adalah tentang kendaraan ketika mengisi bensin. Dahulu banyak warga singapur sengaja berkendara ke malaysia untuk mengisi BBM, karena selisih harga yg cukup tinggi diantara kedua negara tersebut (harga di singapura lebih tinggi). Namun ada kebijakan dari pemerintah singapura untuk memproteksi industri miga hilirnya, yaitu dengan cara : setiap kendaraan warga singapura yg kembali dari malaysia maksimal hanya boleh mengisi 3/4 dari kapasitas full kendaraan. Unik bukan?

Lanjut lagi di imigrasi Singapur, setelah mengisi lembar imigrasi yang di sediakan oleh Tour Guid kami, akhirnya kami melewati petuga imigrasi, namun malang, ada salah satu teman kami tertinggal yaitu Luki ( he’s unlucky). Akhirnya kita tanpa ketua KKL fini, dan ketua tour guide, mba tri melanjutkan half day tour di Singapura.

Destinasi selanjutnya adalah New Water PUB. New Water PUB adalah perusahaan air minum Singapura yang memamfaatkan air buangan sebagai air baku. Apa itu air buangan ? air buangan tuh air comberan, ya air septictank, ya air selokan, ya pokonya air kotor. Engga kaya umumnya perusahaan air minum yang ada di indonesia yang menggunakan sungai sebagai air baku, Singapura yg kekurangan air baku dengan terpaksa menggunakan air bekasnya sebagai air baku. Namun tentu effluen dari air yg dihasilkan oleh New Water PUB dengan kualitas yang sangat baik, karena teknologi yang digunakan sudah sangat mempuni. Hasil air dari New Water PUB tentu memiliki kekurangan yaitu, tidak ada kandungan mineralnya. penggunaan meterial membrane sabagai alat penyisihan menyebabkan semua komposisi dapat tersisihkan termasuk mineral. Ya intinya ini salah satu kunjungan yg Lingkungan banget lah.

Selesai itu kami diajak makan malam, ke Bugis Jungtion dan diantar ke hotel. Hotelnya unik, hotel dengan konsep backpaker. satu kamar memiliki kapasitas 3-4 orang, dengan jumlah total kapasitas 30 orang dan kamar mandi hanya 4 dan wc 4 juga. Kalo ga salah nama hotelnya Lovy hotel. Malamnya kami jalan2 menuju Mustofa (salah satu pusat perbelanjaan) dan istirahat.

Kami pagi bersiap dan disediakan sarapan yaitu nasi kucing. Aga sedih juga, ya tapi lumayan lah ya daripada engga. Kemudian rombongan dibagi dua, yaitu ada yang menuju Nahyang University, dan ada juga yg menuju universitas singapura . Sejauh perbandingan kami (dengan teman2 yg berbeda) fasilitas di kedua universitas itu jauh lebih baik. Maklum mereka masuk World Class Universty to 50 (Nahyang bahkan masuk top 10 kalo ga salah).

Akhirnya dilanjut dah ke Marina Beach kalo ga salah disitu ada patung kepala singa (lupa namanya, hahah) sama Taman By the Bay. Makan dan diantar ke bandara Changi International Airport.

Dalam perjalanan pulang ini, tidah seperti perjalanan berangkat, kami rombongan terpisah menjadi 2 penerbangan, yaitu dengan menggunakan Lion Air, dan Air Asia. Namun, terjadi lagi Kerusakan sistem, yang akhirnya menyebabkan beberapa teman akhirnya harus tertinggal di singapura untuk satu hari. Jumlah yang tertinggal saya lupa persis, namun tidak mencapai belasan. Karena mba Tri ini sangat tanggung jawab, dia akhirnya meninggalkan rombongan dan menambah 1 hari lagi agar menemani teman2 yang bermasalah tadi.

Akhirnya kami sampai di jakarta sekitar Pukul 9 malam WIB, dan perjalanan pun dilanjutkan menggunakan bis menuju Semarang. Kurang lebih karena perjalanan yang suram akhirnya kami sampai ke Semarang pukul sore keesokan harinya, karena terjadi kemacetan di berbagai jalanan.

Banyak hal yg diucapkan, terutama terimakasih kepada panita KKKL 2011, Kalian Luar biasa, pengalaman ini tentu taakan indah tanpa kalian. Selanjutnya juga kepada dosen dan staf, yg membantu secara administrasi maupun ikut dalam perjalanan KKL kami. Terakhir kepada Daffa Tour, yg sangat profesional melayani dan telaten kepada kami.

Salam sejahtera untuknkita, semoga masih bisa tercipta kenangan dan perjalanan manis lagi lain waktu dan di lain tempat.. 🙂

Edo Susanto

21080111130061

Rabu 18 maret 2015

pukul : 1:20

 

Titik yg Hilang

Semuanya udah dihapus, banyak hal yg memalukan ada disana

Jarang banget saya aga mempermasalahkan masa lalu. Dari zaman saya alay di FB, bahkan sekarang pun sepertinya masih, hahah. Bukti saya engga pernah malu dengan masa lalu adalah foto2 yg parah, masih terpampang di FB (kalo engga percaya liat aja). Engga pernah sedikitpun saya malu, karena ini adalah proses pendewasaan.

Namun berbedahal dengan itu, saya merasa hal ini sangat memalukan. Dipandang, dilihat, dan dibaca, banyak hal negatif di dalamnya. Sekedar perbincangan biasa. Namun memalukan.

Akhirnya diberikan untuk menghapusnya, demi masa depan yg baik, semoga tak hanya saya.

Memoriku masih terlalu kosong untuk sekedar mengingat, namun sudah cukup penuh oleh kenangan. Jika titik ini hilang, maka kalimat lampau dan kalimat masa depanku akan tersambung, dan menyebutkan bagaimana aku akan hidup.